Confirm
Btw setelah kemarin sempet ngadat, DagDigDug kembali ngadat. Ada apa gerangan?? Padahal banyak kejadian yang ingin Angki laporin tiap harinya. Dan ketika bisa, malah saya survey ke lapangan.
Add comment June 24th, 2008
Btw setelah kemarin sempet ngadat, DagDigDug kembali ngadat. Ada apa gerangan?? Padahal banyak kejadian yang ingin Angki laporin tiap harinya. Dan ketika bisa, malah saya survey ke lapangan.
Add comment June 24th, 2008
Sumpah ngakak koproll baca postingan Mas heRRu disini:
http://ngelamunista.blogspot.com/2008/06/gender-dan-hantu.html
Neh saya Kopas langsung dari blog beliau daripada anda kesana terus kesini lagi.
Semalam saya melintas di Galaxy Mall Surabaya, ada poster film Indonesia, judulnya Tali Pocong Perawan. Pertanyaan yang tidak penting: kenapa bukan tali pocong bujangan?
Mari kita perhatikan genderisme dalam dunia perhantuan di Indonesia. Kalau dilihat-lihat, kenapa ya hantu-hantu atau tokoh mistis dalam filem Indonesia selalu dikaitkan dengan perempuan. Ingin contoh: sebut saja the one and only suster ngesot, sadako, si manis jembatan ancol, kuntilanak, sundel bolong, mak lampir atau kelong wewek yang dilukiskan hantu dengan payudara kemana-mana yang kerjaannya menculik anak-anak.
Icon bintang filem horror pun dijabat oleh seorang perempuan. Ya bener, Susanna! Perannya sebagai setan-setanan memang tak tergoyangkan. Masih inget film sundel bolong? Susanna dengan punggung growong nawar sate malam-malam gelap “Bang satenya bang…” iiiiyyyy….
Hantu laki-laki jarang dibicarakan dalam filem kita. Mungkin ada ozy syahrial tapi kan dia tampil sebagai hantu bencong. Jadi gak masuk hitungan. Pocong sendiri masih arguable, bisa laki-laki, bisa perempuan soalnya tonjolannya gak jelas, baik yang atas maupun yang bawah [hehehe…] Dan tidak ada pocong iseng yang mau buka-buka kainnya dengan suka rela. Lalu ada tuyul, tapi masih katagori hantu di bawah umur, jadi gak masuk hitungan juga.
Alih-alih menakutkan, hantu laki-laki malah digambarkan sebagai sosok yang sensual. Siapa yang tidak termehek-mehek kalau mewawancara vampire sekeren tom cruise yang jadi drakula dalam ‘interview with vampire?’ coba?
Mengapa demikian? Pertanyaan yang tidak penting memang. Tapi menurut analisa sotoy saya hantu laki-laki kurang seram jadinya kurang komersial. Didandani dengan rambut kriwul, kulit item dan sangar malah lebih mirip odong-odong daripada hantu yang menakutkan. Ada alasan lain mungkin?
[saat penulisan post yang tidak penting ini, tidak satupun hantu-hantu tersebut di atas yang disakiti maupun mengalami cedera].
2 comments June 20th, 2008
Tuh apa gw bilang. Mulai lagi kan, ada yang sok-sokan pake kasih komeng
“VERY NICE SITE”
“PLEASE VISITED BACK”
Ujung-ujungnya pasti jualan Tramadol, Viagra, Aspirin. Hueeexxxx
![]()
1 comment June 20th, 2008
Ngomongin soal organisasi di PENS, emang kurang mengasyikan. Dan jangan dibandingkan dengan ITS, UNAIR, apalagi UI dan UGM. Hal ini emang maklum karena PENS memang adalah sekolah kampus vokais. Kampus yang mendidik mahasiswanya menjadi “pekerja tulen”. Lalu ketika euforia entepreuner menyerbu, barulah PENS membangun sebuah wirausaha wannabe dengan brand “INKUBATOR”
Lalu ketika ketemu ama Devi adek kelas PENS waktu belanja sabun dkk di Sakinah swalayan. Dia menyuruh Angki untuk kembali lagi ke PENS. WHAT????
Devi (D): Mas Angki
Angki (A): Weii Dev, pa kabar
D: Baek Mas, mas Angki gimana?
A: Baek juga.
D: Mas Angki mbalek po’o ke PENS
A: ngapain??
D: Susah banget nyari orang kayak mas Angki
A: Di Menur lo banyak.
D: Wedew bukan itu Mas. Tau g’ sih mas, sekarang g’ ada maba yang ikut screening
A: Lah terus piye nek ora ono sing ikut screening? BEM-nya gimana? Ntar lagi kan OSPEK
D: Nah itu dia Mas. Mas Angki mbalek po’o nang Kampus.
A: Iyo wes, aku ta’ dadi cleaning service ben iso nang kampus![]()
Sebenarnya kekhawatiran Angki emang bener-bener terjadi. Sejak tahun 2005 pengkaderan di PENS udah sangat-sangat kelewatan toleransi. Mulai tas bebas, sepatu sedikit warnanya.
Coba bandingkan Angki ketika masuk PENS pertama kali. OSPEKnya, tas kudu dari tas karung, sepatu kudu item-tem, keplek tiga dimensi, penugasan yang kadang tidak masuk akal, dsb-dsb.
Jika pengkaderan penuh toleransi, akan tercipta generasi MALAS.
3 comments June 19th, 2008
Dulu waktu masih sekolah pengen kuliah
Setelah Kuliah pengen kerja
Setelah kerja pengen apa yah??? Mmmmm EOS 450D, MacBook, Yamaha SCORPIO,
2 comments June 18th, 2008
Hari Rabu (June 11) kemarin, Angki dapet notifikasi email ttg komen testimoni di FS. Biasanya Angki hanya sekedar membaca apa yang seseorang tulis di testimonial ituh. Tapi kali ini beda.
Puspa Dewi Augustine (namanya tertulis demikan di akta kelahiran) yang memberi testimoni. Nasibnya mungkin hampir jadi Enemy of Angki looks like Anang. Tapi karena testimoni itu, Angki urung memasukannya ke dalam Enemy of Angki. Dia terlalu baik untuk jadi musuh dan terlalu buruk untuk dijadikan teman. Nah lo, enaknya dijadiin apa dunk Ki’?? Jadiin sansak hidup kaleee. Kejem lu Ki’. Bodo
Masalah sebenarnya sepele banget. Apa Ki’? BAKSO..!!!
WHAT????
Yup hanya semangkuk bakso yang membuat Angki kudu anger management. Karena bakso ini adalah bakso raksasa yang pualing GeDe di Jember. GeDenya sebesar melon atau kepala bayi.

Dan ironisnya hanya Puspa yang tau. Padahal dua hari sebelumnya, Angki udah kasih woro-woro ke dia supaya Angki diantarkan ke tempat dimaksud, bahkan Angki yang bayarin deh.
Pada hari-H muncul masalah tentang transportasi. Ternyata, baik Angki atau Puspa sama-sama tidak punya ada motor waktu itu. Dan untungnya KK Angki lagi libur dinas di PT.KAI. Dan ketika mendapat kepastian akan transportasi, Angki berniat mengabari Puspa bahwa masalah transportasi telah teratasi.
Ketika hendak menulis LPP SMS, ternyata “New message recieved”. Di buka:
“Ki’ sori, aku barusan dijemput ma Ratna buat nemenin dia. Padahal aku udah janji keluar ma kamu. Tapi Ratna maksa. Eh iya kita lagi nonton AAC neh
“
Dari kata-katanya di SMS itu, ada kesan TIDAK TERJADI APA-APA. Dasar udah dongkol dan mo muntab. bales aja tuh SMS:
“KAMU G’ ASYIK…!!!”
Dan ketika ituh,Angki hanya punya waktu hari itu ajah. Itulah SMS terakhir buat dia
1 comment June 16th, 2008
Blunder yang kedua ini g’ ada hubungannya dengan blunder kesatu. Blunder yang kedua ini, juga tidak karena tulis menulis. Blunder ini disebabkan tugas surveyor yang bermasalah. Ancamannya kalo g’ dipecat ya keluar.
Sama aja DoDoL..!!1
Add comment June 16th, 2008
Pernah Angki posting di blog sebelah tentang sedikit terbengkalainya hal tulis menulis. Tapi malah yang di DagDigDug yang notebene adalah laporan harian Angki malah terbengkalai sampai tiga hari. Apa penyebabnya??
Rekap tugas di Kantor yang amat menyita waktu Angki walau hanya sekedar say hell o. Aneh ya?? Btw mulai sekarang Angki kudu ati-ati dalam hal menulis. Dan bisa dipastikan blog Angki yang DagDigDug ini g’ akan ngelink kemana-mana, karena udah ada semacam ospek tersambunyi atas tulisan Angki yang katanya menyinggung. Daripada saya kehilangan kreatifitas, mending stay in the rules till you got anything what you need.
Soal apa Ki’??
MAU TAU AJAHHHH..!!!
![]()
Add comment June 15th, 2008
Wedewww..!!! Dag Dig Dug di kantor kok tertulis “error database yah”. Dan untungnya hari ini tidak..!! THX yaww
2 comments June 11th, 2008

Tramadol tidak ada hubungan dengan Mendol La Manda. Tapi yang bikin aneh ituh, adalah tulisan tentang Amerika yang trekbeknya ratusan. Itupun udah saya spam, dan tidak lagi saya approve. Mang saya owmer apotek apa??
Lebih lengkap tentang Tramadol Dol Dol Dol (jangan-jangan nanti postingan ini juga demikian)
Ah sutralah
5 comments June 9th, 2008
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « May | Jul » | |||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||