Usah Kau Lara Sendiri (Katon Bagaskara dan Ruth Sahanaya-1995)

April 16th, 2008

13 Maret 2008
11.30 WIB
Rs. dr. M. Soewandhie
Jl. Tambah Rejo 45-47
Kecamatan Tambaksari
Surabaya

Angki bersama Abdul Ghofur, Andi Bagus, Rifqa Rizkarima, Indharta Harvyansah. Bertemu di Rumah Sakit dr. M. Soewandhie untuk menindak lanjuti program Tahun Anti Kelaparan dan Gizi buruk. Kegiatan ini juga sebagai bukti bahwa

BLOGGER BUKAN PEMBOHONG.

Korban Gizi Buruk yang Angki kunjungi ini adalah saudara Kembar Rafa yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Kembarannya ini adalah Raka. Wajah Raka terlihat sangat sumringah ketika kami datang berkunjung. Seakan-akan dia ingin berbicara kepada kami:

Tolong Aku Kak.
Raka ingin bermain dengan teman-teman.
Raka ingin memijat kaki ibu yang kelelahan bekerja.
Raka ingin menyapu rumah kala ibu sedang memasak.
Raka ingin bekerja keras untuk ibu, biar ibu tidak sakit-sakitan lagi.
Raka ingin melihat ibu tersenyum.
Raka ingin melihat sinar mentari esok pagi.

Raka ingin…

Tapi
Aku ini sakit Kak.
Tolong beri aku sedikit waktu untuk bisa memenuhi salah satu keinginanku itu.
Tolong Kak, Tolong Raka.

Tangan semungil Raka sudah harus terbiasa mendapat jarum infus.
Tubuh semungil Raka sudah harus terbiasa dihantam dosis obat.

Bertahanlah Raka…..

kulihat embun menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas kalau mata ingin berbagi cerita

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …

dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

sekali jumpa kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawat beranjak menjauh

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …

dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …

tak hilang arah kita menjalaninya
… menghadapinya …
(usah kau lara sendiri)

Tulisan Terkait:

Entry Filed under: Me

3 Comments Add your own

  • 1. gempur  |  April 16th, 2008 at 3:45 pm

    hiks.. sangat terharu saya…

  • 2. gempur  |  April 16th, 2008 at 3:45 pm

    hiks jadi terharu saya…

  • 3. chiw  |  April 16th, 2008 at 4:54 pm

    :(

Leave a Comment

Required

Required, hidden

ular

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Contact ME

Bicaralah


Free chat widget @ ShoutMix

Click to view my Personality Profile page

Links

Recent Comments

Calendar

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

QUOTES

Meta