GAJIANNN……..!!!!!!!!
Tanggal yang paling saya nantikan adalah tanggal terakhir dari bulan. Kalo tanggal itu adalah hari minggu, ya sutra lah. Monday will paid. Yup Gajian
1 comment April 30th, 2008
Tanggal yang paling saya nantikan adalah tanggal terakhir dari bulan. Kalo tanggal itu adalah hari minggu, ya sutra lah. Monday will paid. Yup Gajian
1 comment April 30th, 2008
Karyawan / Karyawati
Wartawan / Wartawati
Dewa / Dewi
Disana / Disini
Remaja / Remaji ![]()
1 comment April 28th, 2008
G’ enak bodi = G’ enak badan
G’ enak makan = G’ ono iwak’e
G’ enak kabeh = sariawan
Add comment April 28th, 2008
Hari ini Angki dapet Tips buat duit bensin, konsumsi dan laen-laen. Lumayan lah buat napas menjelang gajian
THX bu Bertha, THX mbak Lasmi
2 comments April 25th, 2008
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Manda Roosalina alias La Mendol, hari ini dia berduka karena Ayahanda dari Manda telah meninggal dunia. Kabar ini saya tahu dari Fahmi pagi tadi.
Semoga Amal dan Ibadah Ayahanda diterima di sisinya. Amien
1 comment April 24th, 2008
Angki bersama Abdul Ghofur, Andi Bagus, Rifqa Rizkarima, Indharta Harvyansah. Bertemu di Rumah Sakit dr. M. Soewandhie untuk menindak lanjuti program Tahun Anti Kelaparan dan Gizi buruk. Kegiatan ini juga sebagai bukti bahwa
Korban Gizi Buruk yang Angki kunjungi ini adalah saudara Kembar Rafa yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Kembarannya ini adalah Raka. Wajah Raka terlihat sangat sumringah ketika kami datang berkunjung. Seakan-akan dia ingin berbicara kepada kami:
Tolong Aku Kak.
Raka ingin bermain dengan teman-teman.
Raka ingin memijat kaki ibu yang kelelahan bekerja.
Raka ingin menyapu rumah kala ibu sedang memasak.
Raka ingin bekerja keras untuk ibu, biar ibu tidak sakit-sakitan lagi.
Raka ingin melihat ibu tersenyum.
Raka ingin melihat sinar mentari esok pagi.Raka ingin…
Tapi
Aku ini sakit Kak.
Tolong beri aku sedikit waktu untuk bisa memenuhi salah satu keinginanku itu.
Tolong Kak, Tolong Raka.
Tangan semungil Raka sudah harus terbiasa mendapat jarum infus.
Tubuh semungil Raka sudah harus terbiasa dihantam dosis obat.
Bertahanlah Raka…..
kulihat embun menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas kalau mata ingin berbagi ceritakudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …sekali jumpa kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawat beranjak menjauhkudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa …dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil ‘tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
… menghadapinya …tak hilang arah kita menjalaninya
… menghadapinya …
(usah kau lara sendiri)
Tulisan Terkait:
3 comments April 16th, 2008
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Mar | May » | |||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | ||||